Friday, June 5, 2015



Kerja Sosial CB kerjasama TFI hari ketiga (terakhir)

Pada hari ketiga kali ini, kami memasuki hari terakhir kami mengajar di Yayasan Sekar. Saya datang lebih awal dari teman-teman saya yang berangkat bersama-sama, karena saya tidak mau masuk ke dalam yayasan sendirian karena saya tidak tau harus berbuat apa didalam sana nanti. Jadi saya duduk-duduk saja di depan gerbang masuk rukan sambil menunggu teman-teman saya sampai. Setelah teman-teman saya sampai, saya lalu memakai almamater Binus kemudian masuk ke dalan yayasan tersebut.

Setelah kami bersalaman dengan para pengawas dan anak-anak yayasan, kami mengambil meja yang akan kami gunkan lalu memulai sesi belajar terakhir kami. Seperti pada hari kedua, saya mengajar Bahasa Inggis untuk anak kelas 3 SMP di yayasan itu. Karena semakin dekatnya Ujian Nasional, terlihat anak-anak di yayasan ini jadi lebih rajin untuk belajar dan lebih memperhatikan. Ada beberapa peningkatan yang saya lihat dari mereka, mereka jadi lebih sering bertanya dan semakin cepat dalam menjawab soal-soal yang ada. Karena hal ini, proses pembelajaran kami pun menjadi lebih mudah dan lebih cepat.




Pada hari ketiga ini, saya mersama seorang teman saya yang membantu saya mengajar 3 anak SMP kelas 3 ini mengalami kesulitan ditengah-tengah pengerjaan soal. Saat itu ada soal tentang panduan memasak dalam bahasa Inggris, kemudian salah seorang anak yang kami ajar menanyakan arti dari kata “Shallot”. Saya dan teman saya tidak mengetahui arti dari kata tersebut, sehingga kami perlu untuk mencarinya di Google Translate. Tetapi sinyal kami sangat buruk di dalam ruangan tersebut sehingga teman saya harus keluar dari yayasan tersebut untuk mencari sinyal dan mencari arti kata “Shallot” tadi. Selama teman saya keluar, saya menganjurkan untuk melewati soal tersebut untuk sementara dan melanjutkan soal lainnya. Setelah beberapa lama teman saya kembali, dia sudah menemukan arti kata “Shallot” tadi yang berarti bawang merah. Setelah itu akhirnya kami dapat menyelesaikan soal yang sempat ditunda tadi.




Dikarenakan kemampuan belajar mereka yang semakin cepat, soal-soal yang mereka bawa juga lebih cepat selesai dari hari sebelumnya. Jadi kami dapat mengakhiri kegiatan belajar pada hari tersebut dengan lebih cepat. Dikarenakan masih adanya teman saya yang belum selesai mengajar, kami meluangkan waktu untuk bermain dengan anak-anak yayasan. Ada yang mengajarkan cara bermain gitar, ada yang bersama-sama bermain game di handphone dan ada juga yang hanya duduk dan ngobrol dengan anak-anak itu.




Tanpa terasa setelah semua kegiatan selesai, kamipun hendak pulang dan menyudahi kegiatan mengajar kami di Yayasan Sekar pada hari terakhir ini. Kami membereskan meja-meja yang kami pakai dan sampah-sampah yang berserakan, setelah sema itu selesai, kami akhrnya berpamitan dengan pengurus-pengurus yayasan serta anak-anak yang ada disitu lalu kami pulang ke rumah kami masing-masing.

- NAMA : Reynaldi
- NIM     : 1701291674
- ISI LAPORAN : Kegiatan sosial CB Interpersonal Development LK01 Mengajar di Yayasan Sekar Hari ke-2

Thursday, June 4, 2015



Kerja Sosial CB kerjasama TFI hari kedua

Kegiatan pembelajaran kami di Yayasan Sekar pun memasuki hari kedua, beberapa hari setelah hari pertama kami mengajar. Sama seperti sebelumnya, teman-teman saya berangkat bersama dari Binus, dan saya berangkat sendiri dikarenakan rumah saya yang lebih dekat. Tetapi hari ini saya datang terlambat dikarenakan saya bangun kesiangan, walaupun begitu saya hanya terlambat sekitar 10 menit dari waktu teman-teman saya mulai mengajar.



Setelah saya sampai, saya langsung masuk ke dalam yayasan tersebut dan mulai mengajar, saya membantu teman saya yang sedang mengajar Bahasa Inggris. Saya lebih memilih mengajarkan Bahasa Inggris karena saya lebih unggul dalam pelajaran Bahasa Inggris dibanding pelajaran-pelajaran lainnya, selain itu juga karena salah satu pengurus yayasan tersebut meminta kami untuk terutama membantu dalam pelajaran Bahasa Inggris dikarenakan nilai anak-anak yayasan tersebut yang kurang dalam pelajaran tersebut.




 Saya membantu beberapa anak kelas 3 SMP lagi yang sedang belajar untuk mengikuti Ujuan Nasional, jadi hal-hal yang saya ajarkan sebagian besar berasal dari buku-buku untuk persiapan Ujian Nasional yang mereka bawa. Mereka cukup serius dalam belajar dikarenakan waktu yang tersisa sebelum Ujian Nasional berlangsung hanya tinggal beberapa minggu lagi. Setelah saya mengajar Bahasa Inggris kepada mereka, yang saya perkirakan mereka mendapat nilai yang kurang dalam pelajaran tersebut mungkin dikarenakan karena mereka tidak mengerti apa maksud dari soal-soal yang ada. Ini mungkin disebabkan karena mereka kurang hafal vocabulary Bahasa Inggris karena saat saya mengajar, hampi semua kata-kata dalam soal tersebut harus kami translate untuk mereka. Oleh karena itu pun selama proses pembelajaran, saya terus menerus menanyakan kepada mereka arti dari kata-kata yang ada dalam soal-soal tersebut agar mereka dapat menghafalnya dengan lebih cepat dengan harapan mereka dapat mengerti apa yang dimaksud dalam soal-soal yang ada dalam Ujian Nasional nanti.

Setelah merasa cukup, kami menyudai sesi mengajar hari ini. Seperti sebelumnya, kami membereskan alat-alat yang kami gunakan saat mengajar tadi dan mengembalikan meja-meja yang kami pakai ke tempat semula. Setelah semuanya selesai, kami berpamitan kepada pengurus-pengurus dan anak-anak yayasan tersebut. Dan setelah itu kamipun pulang ke rumah kami masing-masing.

- NAMA : Reynaldi
- NIM     : 1701291674
- ISI LAPORAN : Kegiatan sosial CB Interpersonal Development LK01 Mengajar di Yayasan Sekar Hari ke-2

Tuesday, June 2, 2015



Kerja Sosial CB kerjasama TFI hari pertama

            Nama saya Reynaldi, sekarang saya berada di smester ke-4 dalam kegiatan perkuliahan saya. Di smester ke-4 ini, saya mendapat mata kuliah CB : Interpersonal Development yang diajar oleh Dr. Krishnanda Wijayamukti, M.Sc. Pada pertemuan pertama, Pak Krishnanda menugaskan kami untuk membetuk kelompok dan melaksanakan kegiatan sosial untuk memenuhi penilaian mata kuliah tersebut. Setelah beberapa lama, kelompok saya akhirnya memutuskan untuk mengajar di Yayasan Sekar yang beralamatkan di Rukan Mitra Bahari 2 blok E no 23 Jakarta Utara yang kami ketahui dari salah satu anggota TFI.

Setelah mendapat alamat tersebut, sebagian anggota kelompok kami, termasuk say a melakukan survey untuk mengetahui dimana persisnya yayasan tersebut. Dalam proses pencarian lokasi ini, kami mendapat beberapa kesulitan karena kurangnya informasi dari pihak yayasan, dan akhirnya kami bertanya kepada penduduk sekitar sampai akhirnya kami menemukan lokasi yayasan tersebut.




Pada hari pertama, kami menuju yayasan dengan terpisah, saya berangkat sendiri dikarenakan rumah saya yang lebih dekat, dan teman-teman saya pergi bersama dari Binus. Setelah sampai di tujuan, kami mengenakan jaket almamater Binus dan bersalaman dengan pengurus-pengurus serta anak-anak yang ada di situ. Setelah itu, kami bersama para pengurus dan anak-anak menata meja kecil untuk tempat kami mengajar. Pertama-tama saya mendapat bagian untuk mengajar Bahasa Inggris kepada salah seorang anak kelas 3 SMP yang hendak mengikuti Ujian Nasional. Tetapi kegiatan belajar tersebut pun menjadi sedikit rumit karena ada 3 orang pengajar termasuk saya yang mengajar 1 anak yang sama. Oleh karena itu saya membiarkan kedua teman saya untuk mengajar anak yayasan tersebut dan saya beralih untuk mendokumentasikan kegiatan-kagiatan kami sebagai bukti untuk dosen kami.




Setelah sekain lama, ada beberapa anak-anak yang baru datang dan karena saya merasa saya sudah mengambil cukup foto, saya beralih untuk mengajar salah satu anak yang baru datang tersebut. Dengan permintaannya, saya mengajarkan pelajaran matematika kelas 5 SD kepadanya. Setelah beberapa soal matematika yang saya ajarkan kepadanya, semua berjalan dengan lancar, tetapi setelah sekian lama, anak yang saya ajar sudah mulai menunjukkan tanda-tanda tidak memperhatikan lagi. Dia akan mulai melirik ke kanan dan ke kiri melihat teman-temannya yang sudah selesai belajar. Oleh karena itu, saya berusaha untuk menyudahi dulu sesi pelajaran tersebut karena memang sepertinya sudah cukup lama watu yang terlewat. Setelah saya selesai mengajar, saya melihat masih ada beberapa teman saya yang belum selesai mengajar, oleh karena itu  saya beristirahat sejenak sambil mengobrol dengan teman saya yang sudah selesai mengajar.



Setelah kami semua selesai mengajar, kami bersama anak-anak yayasan membereskan meja-meja yang sebelumnya kami gunakan dan mengembalikannya ke tempatnya semula. Setelah itu kamipun berpamitan dengan pengurus-pengurus dan anak-anak yayasan. Hari pertama kami pun selesai seiring dengan kepulangan kami dari Yayasan Sekar.



- NAMA : Reynaldi
- NIM     : 1701291674
- ISI LAPORAN : Kegiatan sosial CB Interpersonal Development LK01 Mengajar di Yayasan Sekar Hari Pertama

Saturday, September 14, 2013

Tugas Binus Festival

Pengalaman saya sebagai Binusian 2017 dimulai dari GO atau General Orientation yang diawali dengan briefing yang menginfokan tentang apa yang harus kami persiapkan selama menjalani GO. Keesokan harinya, hari pertama kami megikuti FEP atau Freshmen Enrichment Program, saya cukup gugup dengan apa yang akan terjadi pada hari itu karena selama ini saya selalu berfikir bahwa ospek-ospek perkuliahan itu cukup keras. Sebelum briefing, sesampainya di kampus syahdan, awalnya saya sedikit bingung mencari kelas briefing, karena saya baru pertama kali berada di sana, sehingga saya perlu bertanya kepada salah satu karyawan disana. Di saat briefing, kami ditemani kakak-kakak BC kelas kami ABN01, yaitu ko Leonard, ko Reinard, ko Wilis atau kami sering panggil “koko k-pop” dengan “poni lempar”-nya, ko Hendry, ko Michael, ci Christy, ci Silvia dan ci Merry. Dengan singkatan "BC" yang merupakan kepanjangan Buddy Coordinator, saya teringat guru SMA saya yang bernama Bu Christin yang juga sering dijuluki BC. Dia adalah sesosok guru killer dan guru paling ditakuti d sekolah saya.

Disaat briefing, kami diharuskan untuk mengenakan kemeja putih polos berlengan pendek, dengan celana panjang hitam sebagai seragam selama kami FEP. Mereka juga memberitahukan kami untuk membawa 2 buah balon helium yang dapat terbang untuk besok, dan seperti yang dikatakan BC kami, penduduk sekitar punya telinga yang tajam untuk hal-hal seperti ini. Sepulang briefing tersebut saya dan teman-teman saya keluar dari kampus Syahdan dimana kami dibriefing dan benar saja, kami melihat banyak sekali penjual balon di depan kampus, tentu dengan memanfaatkan kesempatan ini, para pedagang tersebut menaikkan harga jual mereka setinggi mungkin. Balon yang mungkin dapat kita beli dengan 2 ribu rupiah, dijual oleh para pedagang dengan harga 5 sampai 10 ribu rupiah. Saya dan teman-teman saya langsung datang menuju salah satu penjual balon tersebut dan berniat membeli sepasang balon untuk besok, tapi karena takut balonnya akan pecah atau kempis saat perjalanan, kami pun memesan balon tersebut untuk diambil keesokan harinya. Awalnya saya berfikir, “balon apa ini, beli saja sampai mesen-mesen segala dan pembayaran dp seperti beli mobil”. Lalu keesokan harinya, saya sampai di kampus syahdan pada hari pertama FEP, saya mengambil balon pesanan saya dan mencari teman-teman yang saya kenal, karena saya tidak mau terlihat seperti anak hilang yang hanya duduk-duduk sendiri. Saya pun bertemu dengan salah satu teman SMA saya yang bernama Reynard dan Bernard, karena saya masih belum mengingat wajah-wajah dan nama-nama teman sekelas saya di ABN01, jadi saya hanya mencari teman-teman saya yang berasal dari SMA yang sama. Teman saya yang juga ikut memesan balon bersama saya yang bernama Devi sepertinya akan datang terlambat sehingga ia menitipkan balon pesanannya untuk di ambil oleh salah satu teman saya yang lainnya bernama Calvyn. Menunggu teman saya yang tak kunjung datang, saya dan beberapa teman saya pergi ke lapangan parkir di sebelah kampus mengikuti kakak-kakak BC dan teman-teman sekelas saya dimana kegiatan akan dijalankan, balon-balon kami pun dikumpulkan oleh para BC dan kami mulai berbaris ditempat yang telah ditentukan.

Harus saya akui, kegiatan pertama tersebut cukup membosannkan, tetapi hal tersebut mulai menjadi menarik disaat salah seorang dosen memanggil dan "mengintrogasi" beberapa buddy yang terlambat, dan salah satunya adalah teman sekelas saya di ABN01, dosen tersebut memanggilnya dengan sebutan "Ki Hajar Dewantara" disebabkan oleh penampilannya yang sangat rapi dan khas tersebut. Di akhir acara, dilaksanakanlah sesi pelepasan balon yang dibawa oleh para buddy, yang sudah terikat dengan sejenis spanduk sebagai tanda berlangsungnya FEP Binusian 2017. Lalu saya memandanginya sambil berfikir, “terbanglah balon seharga 20ribu..”. Setelah itu, kami kembali ke dalam kelas kami di ruang LDA syahdan, saya tidak terlalu ingat dengan sisa hari tersebut. Pada akhir sesi, kami pun pulang, saya pulang bersama teman-teman satu SMA saya, Calvyn, Rudy, Devi dan Olivia. Saya pulang dengan menggunakkan bus Trans Jakarta, saat itu saya masih buta arah menggunakkan bus Trans Jakarta, saya pun mulai mengingat rute-rute yang dapat saya tempuh untuk pulang ke rumah saya, selagi mengingat, saya juga bertanya dengan teman saya yang bernama Rudy karena dia sangat hafal dengan rute-rute bus Trans Jakarta, sampai-sampai saya mengatakan kalau dia sangat cocok untuk menjadi knek bus. Dengan menggunakkan bus Trans Jakarta, saya menempuh perjalanan pulang sekitar 1,5 jam sampai hampir 4 jam tergantung dari keadaan jalan disebabkan jarak rumah saya yang cukup jauh yaitu di daerah Jatinegara, Jakarta Timur. Seperti saat kegiatan bunga rampai yang memerkenalkan UKM-UKM yang ada di Univ Binus, dijadwalkan untuk pulang pukul 15:00 tetapi karena banyak UKM yang melewati batas waktu yang ada, yaitu 5 menit, jadi kami pun akhirnya pulang pada pukul 16:00. Pada saat saya bersama teman-teman saya menaiki angkutan umum m11 untuk ke halte Slipi-Petamburan, hujan pun turun. Macet pun menjela, kami pun menggulung celana panjang kami supaya tidak basah saat kami berjalan nanti keluar angkutan umum. Setelah sampai d tujuan, kami terlambat turun sehingga kami turun di bawah jembatan di dekat halte, karena hujan yang sangat lebat, kami memutuskan untuk berteduh dahulu di bawah jembatan tersebut sampai hujan tidak terlalu deras.

Hujan pun mulai mereda dan kami melanjutkan perjalanan kami menaiki bus Trans Jakarta. Jalan pun macet akibat hujan dan memang saat kami menaiki bus, sudah waktu pulang kantor. Alhasil perjalanan pun ditempuh dengan waktu yang lama, pada akhirnya saya sampai di rumah sekitar pukul 20:00. Keesokkan harinya saat sesi Binus Maya selesai, kelas kami ABN01 melatih yel-yel kelas kami untuk dipertunjukkan pada sesi kebersamaan keesokkan harinya, dan tak lupa, saya sempat merekam aksi teman-teman saya saat latihan. Selain melatih yel-yel tersebut, kami juga membuat fanspage kelas ABN01 di Facebook seperti yang telah disuruh, mulai saat itu pun kelas kami mengungguli kelas-kelas lain dalan jumlah like dari batch 1 dari kampus Syahdan. Tetapi setelah beberapa hari, mulai sedikit yang masih peduli tentang fanspage tersebut termasuk saya, saya pun tidak mengetahui lagi siapa yang memimpin perolehan like. Kembali ke hari sesi Binus Maya, selesai sesi, kami pun hendak mengikuti sesi kerohanian, dimana kami beribadah bersama teman-teman dengan kepercayaan yang sama. Satu per satu agama-agama yang ada dipanggil. Kebetulan saya beragama Kristen Pantekosta, sejak dulu saya merasa agama saya jarang dikenali, jadi saat anak-anak beragama Kristen Protestan dipanggil, karena merasa itu adalah agama terdekat dengan saya, saya pun mengikuti teman-teman sekelas saya yang beragama Kristen Protestan tersebut. Di depan pintu, saya sempat bertanya kepada salah satu BC saya, "ka, saya kan agamanya Kristen Pantekosta, jadi saya ikut mereka aja apa ada sendiri tempatnya?" Lalu ia menjawab "yaudah ikut mereka aja", saya pun mengikuti sesi tersebut, dan akhirnya sesi kerohanian selesai seperti biasa. Lalu kami melanjutkan latihan yel-yel kami dan kami pun akhirnya pulang seperti biasa.

Keesokkan harinya, hari sesi kebersamaan pun akhirnya tiba, awalnya saya berfikir kalau sesi keersamaan tersebut punya banyak kegiatan yang menarik, tapi saat sesi tersebut, ternyata sesi tersebut hanya untuk semua kelas menampilkan yel-yel mereka, jadi setelah kelas kami menampilkan yel-yelnya, saya jadi cukup bosan, walau pun begitu, saya sempat merekam para BC menampilkan yel-yel mereka sendiri. Keesokkan harinya adalah sesi expo, kegiatan terakhir GO dimana seluruh UKM berada di stand mereka dan mulai merekrut anggota dan calon anggota untuk masuk kegiatan mereka. Kami Binusian jurusan TI atau Teknik Informatika harus mampir ke lokasi KMJ kami, yaitu HIMTI, kepenekan dari Himpunan Mahasiswa TI, untuk melakukan tapping atau absensi agar mendapat poin SAT yang nantinya digunakkan untuk skripsi, kami membutuhkan 120 poin SAT untuk dapat menjalani skripsi, dari absensi-absensi kami dari kegiatan FEP, kami dapat memiliki maksimal 100 poin SAT sehingga kami hanya perlu mencari 20 poin lagi dalam 4 tahun untuk bisa skripsi, menurut saya itu tidaklah terlalu sulit. Kembali ke tapping di HIMTI, sesudah tapping, saya dan teman-teman saya mulai mengantri untuk mendaftar ikut acara HTTP (HIMTI Togetherness and Top Performance) yang bertemakan START (Stand Together As a Reliable Team). Dengan membayar uang sebesar 120 ribu rupiah, kami sudah mendapat tiket untuk mengikuti acara HTTP yang sudah dilaksanakkan selama beberapa tahun tersebut. Setelah terdaftar dan mendapat tiket untuk mengikuti acara HTTP, saya dan teman-teman saya terhasut untuk mendaftar SPAH untuk seleksi menjadi aktifis HIMTI. Setelah mendaftar, kami pun diberikan kertas yang berisi soal yang harus kami kerjakan dan keterangan lain tentang seleksi tersebut. Pada awalnya kami berniat untuk mengikuti seleksi tersebut, tetapi setelah beberapa hari, kami pun mulai kehilangan minta untuk menghadiri seleksi, sehingga pada hari wawancara, tidak ada satu pun dari kami yang hadir untuk wawancara.

Sisa-sisa hari itu kami lewati dengan mengelilingi kampus dan melihat-lihat UKM-UKM lain yang mungkin menarik perhatian kami, setelah seharian mengelilingi kampus, saya mendaftarkan diri untuk ikut UKM BSLC (Binus Students Learning Community), BNCC (Bina Nusantara Computer Club). Saya takut tidak dapat mengatur waktu jika saya mengikuti terlalu banyak UKM, selain itu akibat rumah saya yang jauh, sudah seperti perjalanan dari ujung ke ujung Jakarta, jika terlalu banyak UKM, pasti saya akan pulang larut malam setiap hari. GO pun selesai dan saya melanjutkan liburan selama bermingu-minggu lagi. Setelah beberapa minggu, saatnya AO atau Academic Orientation pun tiba, disaat dimana kami mulai belajar dan menyiksa otak kami dengan program-program. Kelas saya pun diacak kembali, tidak di ABN01 lagi, tetapi ke 01PST, dari semua kelas AO yang ada, saya diberitahu bahwa pembeda kelas-kelas tersebut adalah nilai toefl yang kami peroleh saat tes masuk. Dan 01PST ditempati oleh para Binusian yang memiliki toefl diatas 550. Pada hari pertama kami diajar oleh seorang dosen muda, cara mengajarnya bagus bagi saya dan teman-teman saya sekelas. Ia juga mengajar dengan cepat tapi tetap dapat kami pahami, karena cepatnya ia mengajar, setiap hari pun kami dapat pulang 1 jam lebih awal dari seharusnya. Kelas kami senang dengan hal tersebut, kami dapat pulang lebih awal dari kelas-kelas yang lain dan terkadang bisa pergi bersama setelah pulang AO walau hanya untuk makan. Beberapa hari kemudian, dosen kami memberitahu bahwa dia tidak dapat mengajar kami untuk beberapa hari kedepan karena adanya kepentingan yang harus dia urus.

Keesokan harinya, tibalah hari datangnya dosen pengganti kami, awalnya kami sedikt cemas kalau nantinya kami tidak bisa pulang cepat lagi, tetapi semua kecemasan itu hilang saat masuknya dosen pengganti tersebut. Karena disebabkan oleh kekurangan mahasiswa perempuan dalam jurusan TI sehingga sering disebut sebagai padang gersang, saat dosen pengganti masuk dan ternyata dia adalah sesosok perempuan, kelas kami pun mulai heboh. Cara mengajarnya juga sama baiknya dengan dosen kami sebelumnya, dosen ini juga mengajar dengan cepat sehingga kami pun dapat pulang lebih cepat seperti biasanya. Setelah beberapa hari dia mengajar kami, tibalah hari sabtu, hari terakhir dia mengajar kami saat AO, anak-anak kelas 01PST yang awalnya berasal dari ABN01 banyak terdengar mengatakan “yahhh....”. saat keluar kelas pada akhir pelajaran hari itu, mereka menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan dosen pengganti tersebut, saya pun hanya bisa tertawa di depan kelas sambil melihat teman-teman saya. Sesampainya di rumah, pada chat group sebuah social media “Line”, kelas saya kembali membicarakan dosen pengganti tersebut, lalu kompti kami yang bernama Kristian Gunawan, atau sering kami panggil “bol”, mengirimkan sebuah link Facebook yang merupakan account Facebook dosen pengganti kami. Dengan cepat saya membalas “buset.. bol udah stalking-stalking aja sampe tau facebooknya haha”. Jadi akhir hari itu saya jalani seperti biasa tetapi dengan kecerian seperti biasa di kelas.

Semua hal memiliki awal dan tentu akan memiliki akhir, baik maupun buruk semua tetap akan berakhir dengan cara yang berbeda-beda. Seperti halnya karangan saya kali ini yang berakhir disini, semua hal tentang pengalaman saya selama 1 minggu GO dan AO pada pertemuan 1-6 kemarin yang dapat saya ingat telah saya ceritakan diatas. Jadi terima kasih telah membaca, bye.