Tugas Binus Festival
Pengalaman saya sebagai Binusian
2017 dimulai dari GO atau General Orientation yang diawali dengan briefing yang
menginfokan tentang apa yang harus kami persiapkan selama menjalani GO.
Keesokan harinya, hari pertama kami megikuti FEP atau Freshmen Enrichment
Program, saya cukup gugup dengan apa yang akan terjadi pada hari itu karena
selama ini saya selalu berfikir bahwa ospek-ospek perkuliahan itu cukup keras. Sebelum
briefing, sesampainya di kampus syahdan, awalnya saya sedikit bingung mencari
kelas briefing, karena saya baru pertama kali berada di sana, sehingga saya
perlu bertanya kepada salah satu karyawan disana. Di saat briefing, kami ditemani
kakak-kakak BC kelas kami ABN01, yaitu ko Leonard, ko Reinard, ko Wilis atau
kami sering panggil “koko k-pop” dengan “poni lempar”-nya, ko Hendry, ko
Michael, ci Christy, ci Silvia dan ci Merry. Dengan singkatan "BC"
yang merupakan kepanjangan Buddy Coordinator, saya teringat guru SMA saya yang
bernama Bu Christin yang juga sering dijuluki BC. Dia adalah sesosok guru
killer dan guru paling ditakuti d sekolah saya.
Disaat briefing, kami diharuskan
untuk mengenakan kemeja putih polos berlengan pendek, dengan celana panjang
hitam sebagai seragam selama kami FEP. Mereka juga memberitahukan kami untuk
membawa 2 buah balon helium yang dapat terbang untuk besok, dan seperti yang
dikatakan BC kami, penduduk sekitar punya telinga yang tajam untuk hal-hal
seperti ini. Sepulang briefing tersebut saya dan teman-teman saya keluar dari
kampus Syahdan dimana kami dibriefing dan benar saja, kami melihat banyak
sekali penjual balon di depan kampus, tentu dengan memanfaatkan kesempatan ini,
para pedagang tersebut menaikkan harga jual mereka setinggi mungkin. Balon yang
mungkin dapat kita beli dengan 2 ribu rupiah, dijual oleh para pedagang dengan
harga 5 sampai 10 ribu rupiah. Saya dan teman-teman saya langsung datang menuju
salah satu penjual balon tersebut dan berniat membeli sepasang balon untuk
besok, tapi karena takut balonnya akan pecah atau kempis saat perjalanan, kami pun
memesan balon tersebut untuk diambil keesokan harinya. Awalnya saya berfikir, “balon
apa ini, beli saja sampai mesen-mesen segala dan pembayaran dp seperti beli
mobil”. Lalu keesokan harinya, saya sampai di kampus syahdan pada hari pertama
FEP, saya mengambil balon pesanan saya dan mencari teman-teman yang saya kenal,
karena saya tidak mau terlihat seperti anak hilang yang hanya duduk-duduk
sendiri. Saya pun bertemu dengan salah satu teman SMA saya yang bernama Reynard
dan Bernard, karena saya masih belum mengingat wajah-wajah dan nama-nama teman
sekelas saya di ABN01, jadi saya hanya mencari teman-teman saya yang berasal
dari SMA yang sama. Teman saya yang juga ikut memesan balon bersama saya yang
bernama Devi sepertinya akan datang terlambat sehingga ia menitipkan balon
pesanannya untuk di ambil oleh salah satu teman saya yang lainnya bernama Calvyn.
Menunggu teman saya yang tak kunjung datang, saya dan beberapa teman saya pergi
ke lapangan parkir di sebelah kampus mengikuti kakak-kakak BC dan teman-teman
sekelas saya dimana kegiatan akan dijalankan, balon-balon kami pun dikumpulkan
oleh para BC dan kami mulai berbaris ditempat yang telah ditentukan.
Harus saya akui, kegiatan pertama
tersebut cukup membosannkan, tetapi hal tersebut mulai menjadi menarik disaat
salah seorang dosen memanggil dan "mengintrogasi" beberapa buddy yang
terlambat, dan salah satunya adalah teman sekelas saya di ABN01, dosen tersebut
memanggilnya dengan sebutan "Ki Hajar Dewantara" disebabkan oleh
penampilannya yang sangat rapi dan khas tersebut. Di akhir acara,
dilaksanakanlah sesi pelepasan balon yang dibawa oleh para buddy, yang sudah
terikat dengan sejenis spanduk sebagai tanda berlangsungnya FEP Binusian 2017.
Lalu saya memandanginya sambil berfikir, “terbanglah balon seharga 20ribu..”.
Setelah itu, kami kembali ke dalam kelas kami di ruang LDA syahdan, saya tidak
terlalu ingat dengan sisa hari tersebut. Pada akhir sesi, kami pun pulang, saya
pulang bersama teman-teman satu SMA saya, Calvyn, Rudy, Devi dan Olivia. Saya
pulang dengan menggunakkan bus Trans Jakarta, saat itu saya masih buta arah
menggunakkan bus Trans Jakarta, saya pun mulai mengingat rute-rute yang dapat
saya tempuh untuk pulang ke rumah saya, selagi mengingat, saya juga bertanya
dengan teman saya yang bernama Rudy karena dia sangat hafal dengan rute-rute
bus Trans Jakarta, sampai-sampai saya mengatakan kalau dia sangat cocok untuk
menjadi knek bus. Dengan menggunakkan bus Trans Jakarta, saya menempuh perjalanan
pulang sekitar 1,5 jam sampai hampir 4 jam tergantung dari keadaan jalan
disebabkan jarak rumah saya yang cukup jauh yaitu di daerah Jatinegara, Jakarta
Timur. Seperti saat kegiatan bunga rampai yang memerkenalkan UKM-UKM yang ada
di Univ Binus, dijadwalkan untuk pulang pukul 15:00 tetapi karena banyak UKM
yang melewati batas waktu yang ada, yaitu 5 menit, jadi kami pun akhirnya
pulang pada pukul 16:00. Pada saat saya bersama teman-teman saya menaiki angkutan
umum m11 untuk ke halte Slipi-Petamburan, hujan pun turun. Macet pun menjela,
kami pun menggulung celana panjang kami supaya tidak basah saat kami berjalan
nanti keluar angkutan umum. Setelah sampai d tujuan, kami terlambat turun
sehingga kami turun di bawah jembatan di dekat halte, karena hujan yang sangat
lebat, kami memutuskan untuk berteduh dahulu di bawah jembatan tersebut sampai
hujan tidak terlalu deras.
Hujan pun mulai mereda dan kami
melanjutkan perjalanan kami menaiki bus Trans Jakarta. Jalan pun macet akibat
hujan dan memang saat kami menaiki bus, sudah waktu pulang kantor. Alhasil
perjalanan pun ditempuh dengan waktu yang lama, pada akhirnya saya sampai di
rumah sekitar pukul 20:00. Keesokkan harinya saat sesi Binus Maya selesai,
kelas kami ABN01 melatih yel-yel kelas kami untuk dipertunjukkan pada sesi
kebersamaan keesokkan harinya, dan tak lupa, saya sempat merekam aksi
teman-teman saya saat latihan. Selain melatih yel-yel tersebut, kami juga
membuat fanspage kelas ABN01 di Facebook seperti yang telah disuruh, mulai saat
itu pun kelas kami mengungguli kelas-kelas lain dalan jumlah like dari batch 1
dari kampus Syahdan. Tetapi setelah beberapa hari, mulai sedikit yang masih
peduli tentang fanspage tersebut termasuk saya, saya pun tidak mengetahui lagi
siapa yang memimpin perolehan like. Kembali ke hari sesi Binus Maya, selesai
sesi, kami pun hendak mengikuti sesi kerohanian, dimana kami beribadah bersama
teman-teman dengan kepercayaan yang sama. Satu per satu agama-agama yang ada
dipanggil. Kebetulan saya beragama Kristen Pantekosta, sejak dulu saya merasa
agama saya jarang dikenali, jadi saat anak-anak beragama Kristen Protestan
dipanggil, karena merasa itu adalah agama terdekat dengan saya, saya pun
mengikuti teman-teman sekelas saya yang beragama Kristen Protestan tersebut. Di
depan pintu, saya sempat bertanya kepada salah satu BC saya, "ka, saya kan
agamanya Kristen Pantekosta, jadi saya ikut mereka aja apa ada sendiri
tempatnya?" Lalu ia menjawab "yaudah ikut mereka aja", saya pun
mengikuti sesi tersebut, dan akhirnya sesi kerohanian selesai seperti biasa.
Lalu kami melanjutkan latihan yel-yel kami dan kami pun akhirnya pulang seperti
biasa.
Keesokkan harinya, hari sesi
kebersamaan pun akhirnya tiba, awalnya saya berfikir kalau sesi keersamaan
tersebut punya banyak kegiatan yang menarik, tapi saat sesi tersebut, ternyata
sesi tersebut hanya untuk semua kelas menampilkan yel-yel mereka, jadi setelah
kelas kami menampilkan yel-yelnya, saya jadi cukup bosan, walau pun begitu,
saya sempat merekam para BC menampilkan yel-yel mereka sendiri. Keesokkan
harinya adalah sesi expo, kegiatan terakhir GO dimana seluruh UKM berada di
stand mereka dan mulai merekrut anggota dan calon anggota untuk masuk kegiatan
mereka. Kami Binusian jurusan TI atau Teknik Informatika harus mampir ke lokasi
KMJ kami, yaitu HIMTI, kepenekan dari Himpunan Mahasiswa TI, untuk melakukan
tapping atau absensi agar mendapat poin SAT yang nantinya digunakkan untuk
skripsi, kami membutuhkan 120 poin SAT untuk dapat menjalani skripsi, dari
absensi-absensi kami dari kegiatan FEP, kami dapat memiliki maksimal 100 poin
SAT sehingga kami hanya perlu mencari 20 poin lagi dalam 4 tahun untuk bisa
skripsi, menurut saya itu tidaklah terlalu sulit. Kembali ke tapping di HIMTI,
sesudah tapping, saya dan teman-teman saya mulai mengantri untuk mendaftar ikut
acara HTTP (HIMTI Togetherness and Top Performance) yang bertemakan START
(Stand Together As a Reliable Team). Dengan membayar uang sebesar 120 ribu
rupiah, kami sudah mendapat tiket untuk mengikuti acara HTTP yang sudah
dilaksanakkan selama beberapa tahun tersebut. Setelah terdaftar dan mendapat
tiket untuk mengikuti acara HTTP, saya dan teman-teman saya terhasut untuk
mendaftar SPAH untuk seleksi menjadi aktifis HIMTI. Setelah mendaftar, kami pun
diberikan kertas yang berisi soal yang harus kami kerjakan dan keterangan lain
tentang seleksi tersebut. Pada awalnya kami berniat untuk mengikuti seleksi
tersebut, tetapi setelah beberapa hari, kami pun mulai kehilangan minta untuk
menghadiri seleksi, sehingga pada hari wawancara, tidak ada satu pun dari kami
yang hadir untuk wawancara.
Sisa-sisa hari itu kami lewati
dengan mengelilingi kampus dan melihat-lihat UKM-UKM lain yang mungkin menarik
perhatian kami, setelah seharian mengelilingi kampus, saya mendaftarkan diri
untuk ikut UKM BSLC (Binus Students Learning Community), BNCC (Bina Nusantara
Computer Club). Saya takut tidak dapat mengatur waktu jika saya mengikuti
terlalu banyak UKM, selain itu akibat rumah saya yang jauh, sudah seperti
perjalanan dari ujung ke ujung Jakarta, jika terlalu banyak UKM, pasti saya
akan pulang larut malam setiap hari. GO pun selesai dan saya melanjutkan
liburan selama bermingu-minggu lagi. Setelah beberapa minggu, saatnya AO atau
Academic Orientation pun tiba, disaat dimana kami mulai belajar dan menyiksa
otak kami dengan program-program. Kelas saya pun diacak kembali, tidak di ABN01
lagi, tetapi ke 01PST, dari semua kelas AO yang ada, saya diberitahu bahwa
pembeda kelas-kelas tersebut adalah nilai toefl yang kami peroleh saat tes
masuk. Dan 01PST ditempati oleh para Binusian yang memiliki toefl diatas 550.
Pada hari pertama kami diajar oleh seorang dosen muda, cara mengajarnya bagus
bagi saya dan teman-teman saya sekelas. Ia juga mengajar dengan cepat tapi
tetap dapat kami pahami, karena cepatnya ia mengajar, setiap hari pun kami
dapat pulang 1 jam lebih awal dari seharusnya. Kelas kami senang dengan hal
tersebut, kami dapat pulang lebih awal dari kelas-kelas yang lain dan terkadang
bisa pergi bersama setelah pulang AO walau hanya untuk makan. Beberapa hari
kemudian, dosen kami memberitahu bahwa dia tidak dapat mengajar kami untuk
beberapa hari kedepan karena adanya kepentingan yang harus dia urus.
Keesokan harinya, tibalah hari
datangnya dosen pengganti kami, awalnya kami sedikt cemas kalau nantinya kami
tidak bisa pulang cepat lagi, tetapi semua kecemasan itu hilang saat masuknya
dosen pengganti tersebut. Karena disebabkan oleh kekurangan mahasiswa perempuan
dalam jurusan TI sehingga sering disebut sebagai padang gersang, saat dosen
pengganti masuk dan ternyata dia adalah sesosok perempuan, kelas kami pun mulai
heboh. Cara mengajarnya juga sama baiknya dengan dosen kami sebelumnya, dosen
ini juga mengajar dengan cepat sehingga kami pun dapat pulang lebih cepat
seperti biasanya. Setelah beberapa hari dia mengajar kami, tibalah hari sabtu,
hari terakhir dia mengajar kami saat AO, anak-anak kelas 01PST yang awalnya
berasal dari ABN01 banyak terdengar mengatakan “yahhh....”. saat keluar kelas
pada akhir pelajaran hari itu, mereka menyempatkan diri untuk berfoto bersama
dengan dosen pengganti tersebut, saya pun hanya bisa tertawa di depan kelas
sambil melihat teman-teman saya. Sesampainya di rumah, pada chat group sebuah
social media “Line”, kelas saya kembali membicarakan dosen pengganti tersebut,
lalu kompti kami yang bernama Kristian Gunawan, atau sering kami panggil “bol”,
mengirimkan sebuah link Facebook yang merupakan account Facebook dosen
pengganti kami. Dengan cepat saya membalas “buset.. bol udah stalking-stalking
aja sampe tau facebooknya haha”. Jadi akhir hari itu saya jalani seperti biasa
tetapi dengan kecerian seperti biasa di kelas.
Semua hal memiliki awal dan tentu
akan memiliki akhir, baik maupun buruk semua tetap akan berakhir dengan cara
yang berbeda-beda. Seperti halnya karangan saya kali ini yang berakhir disini,
semua hal tentang pengalaman saya selama 1 minggu GO dan AO pada pertemuan 1-6
kemarin yang dapat saya ingat telah saya ceritakan diatas. Jadi terima kasih
telah membaca, bye.
No comments:
Post a Comment